Abdurrahman Sayuti: Penyelesaian Masa Sanggah dan Laporan CPNS Kemendikbudristek Harus Transparan

Abdurrahman Sayuti: Penyelesaian Masa Sanggah dan Laporan CPNS Kemendikbudristek Harus Transparan

Jambi - Mohd. Adrizal pelamar CPNS 2021 yang melaporkan dugaan ketidak profesionalan dalam proses seleksi di Universitas Jambi bersama kuasa hukum Abdurrahman Sayuti meminta agar laporannya ke Kemendikbudristek berjalan objektif adil dan transparan, Selasa (04/01/2022).

Abdurrahman Sayuti selaku pendamping Mohd. Adrizal juga alumni Universitas Jambi (UNJA) mengatakan, penyelesaian masa sanggah dan laporan atau pengaduan terkait CPNS 2021 Kemendikbudristek khususnya terkait laporan pelamar atas nama Mohd. Adrizal harus transparan, adil dan objektif.

“Karena itu merupakan prinsip dari seleksi penerimaan CPNS 2021, ada beberapa pihak kemarin kita masukkan surat sesuai kewenangannya yakni Sekjen Kemendikbudristek, Biro SDM Kemendikbdristek, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, ” ujarnya.

Menurutnya, prinsip transparan artinya tidak ada proses yang ditutup-tutupi, setiap proses penyelesaian sanggah dan penindakan terhadap oknum pewawancara yang diduga melanggar petunjuk teknis dan pakta integritas harus melibatkan pihak pelamar atau pelapor.

“Jangan sampai tiba-tiba ada hasil yang muncul kemudian merugikan pelamar/pelapor, kalau ternyata tidak transparan, berarti sama saja antara pihak kemendikbudristek dengan oknum pewawancara, ” pungkasnya.

Ditambahkannya, Prinsip adil artinya antara pelamar/pelapor dengan oknum pewawancara harus diperlakukan sama. Jangan sampai oknum pewawancara diistimewakan, padahal jelas ada indikasi pelanggaran terhadap petunjuk teknis dan pakta integritas.

“Aturan yang dilanggar tersebut kemendikbidristek yang buat, sudah seharusnya ditegakkan oleh kemendikbudristek.”

Ia mengatakan, Prinsip objektif artinya pihak kemendikbudristek harus mengevaluasi atau menilai ulang terhadap hasil wawancara pelamar/pelapor, rekaman atau record wawancara harus dibuka kemudian dibandingkan dengan rekaman atau record pesaing pelamar yang juga diberi nilai oleh oknum pewawancara, setelah itu baru dinilai, wajar atau tidaknya, sehingga pelamar/pelapor diberi nilai 11, di bawah nilai ambang batas (Passing Grade).

“Nilai rendah tersebut diberikan bukan karena kesalahan pelamar/pelapor melainkan karena kesalahan oknum pewawancara dengan indikasi telah melanggar petunjuk teknis dan pakta integritas, maka sudah selayaknya hasil wawancara tersebut dianulir atau dilakukan penilaian ulang terhadap pelamar/pelapor, ” tegas Abdurrahman.

Purbalingga Jateng
Randy Pratama

Randy Pratama

Previous Article

Merasa Dirugikan, Mohd Adrizal Laporkan...

Next Article

Indosat Ooredo Hutchison Ingin Menjadi Perusahaan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 205

Postingan Tahun ini: 205

Registered: Apr 8, 2021

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 183

Postingan Tahun ini: 183

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 135

Postingan Tahun ini: 135

Registered: Aug 19, 2021

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 120

Postingan Tahun ini: 120

Registered: Jul 10, 2020

Profle

soniyoner

Empat Rumah Warga Kampung Lubuk Begalung kecamatan Lengayang Dipagar Kawat Berduri Oleh warganya sendiri.
Lempar Petugas Patroli Saat Malam Pergantian Tahun, Dua Pemuda di Nagekeo Diamankan
Baru Seminggu Menjabat, Kapolres Tanah Datar Ringkus 6 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Sehari Usai Dilantik, Kades Pappalluang Ditahan di Polres Jeneponto, Begini Kasusnya

Follow Us

Recommended Posts

Pemilu 2024 Diundur? Ini Komentar Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas
Hadiri Ground Breaking RS Muhammadiyah, Kapolri Dukung Penuh Program Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat
Mendes PDTT: Kestabilan Harga Pangan Percepat Pencapaian Tujuan Pembangunan Sustainable Development Goals (SDGs)
Menkominfo Adopsi Teknologi Dorong Tingkatkan Keterampilan Digital