Duduk Didepan Kenakan Toga Advokat, Oknum Masyarakat Ini Diminta Keluar Dari Forum

Duduk Didepan Kenakan Toga Advokat, Oknum Masyarakat Ini Diminta Keluar Dari Forum
Forum Desa Sukaramai, Foto by Jurnalis Indonesia Satu

Batanghari - - Diduga hendak menjadi penengah atau hakim dalam forum yang diadakan oleh Desa Sukaramai Kecamatan Muara Tembesi, yang beragenda Mediasi antara pihak BUM Desa dengan Media Indonesia Satu yang membuat berita tentang ketidak transparan dalam pengelolaannya.

Pantauan Jurnalis Indonesia Satu forum itu dihadiri Oleh Pj Kepala Desa Ibnu Su'ud dan Sekretaris Desa beserta Staff, Babinkamtibmas AIPDA Dedi, Direktur BUM Desa Ishak beserta Anggota, Kepala BPD Marleni beserta Anggota, Pengawas BUM Desa Kecamatan, Pendamping Desa, Lembaga Adat, Seluruh Kepala Dusun, Ketua RT dan Masyarakat serta Awak Media, di Aula Desa Sukaramai, Kamis (28/01/2021)

Oknum masyarakat berinisial RW yang diketahui oleh warga setempat bukanlah orang asli Desa Sukaramai, oknum tersebut hanyalah pendatang. Selain itu informasi yang didapat oknum tersebut merupakan Ketua salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan juga advokat.

Namun sayangnya kehadiran RW dalam forum tersebut menjadi sorotan masyarakat yang datang, pasalnya RW mengenakan baju Toga Advokat dan duduk didepan Forum yang diduga hendak menjadi hakim dalam urusan Desa.

Masyarakat yang hadir dalam forum tersebut meminta RW menjadi masyarakat biasa, bukan menjadi hakim yang mengenakan pakaian Persidangan dan duduk didepan seakan-akan masyarakat tidak memiliki Kepala Desa, ataupun Lembaga Adat yang menjadi salah satu tokoh terpercaya untuk menyelesaikan permasalahan internal Desa.

Suasana menjadi kisruh karena ada salah satu ketua RT yang membela kehadiran RW, hingga akhirnya RW diminta untuk meninggalkan forum.

Riki Indra merupakan  salah satu masyarakat Desa Sukaramai dan juga berprofesi sebagai wartawan dalam forum menyampaikan, "Apabila forum ini untuk mediasi wartawan, maka Kepala Desa harus memiliki surat putusan dari Dewan Pers. Somasi kan kami, maka kami bersedia dimediasikan di Mata Hukum. Tidak ada yang berhak memberikan keputusan kepada wartawan selaku pewarta selain Dewan Pers, " pungkasnya.

Ditambahkannya lagi "Dalam pemberitaan tersebut adalah tentang ketidak transparan pengelolaan BUM Desa, maka sampaikanlah kepada kami agar kami memahami proses dalam pengelolaannya, " tanya Riki Indra.

Salah satu Masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya dalam forum mengatakan, "Inikan masalah Desa, kita selesaikan bersama-sama selaku masyarakat, jangan sampai ada oknum lain yang ikut campur permasalahan ini, saya sangat tidak setuju hal itu, " tutupnya.

(Randy)

Batanghari Jambi
Randy Pratama

Randy Pratama

Previous Article

PMII Batanghari Salur Donasi Bantuan Untuk...

Next Article

Pemerintah Desa Sukaramai Fasilitasi BUM...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 241

Postingan Tahun ini: 2835

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 211

Postingan Tahun ini: 2401

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 164

Postingan Tahun ini: 2390

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 98

Postingan Tahun ini: 534

Registered: May 7, 2021

Profle

Munafir Tumpinyo

Publik Kecewa, Kerinci Kembali Urutan Buncit MTQ Tingkat Provinsi
Satpol PP Batang Tak Berkutik Hadapi Galian C Ilegal
Kejaksaan Agung Perintahkan Kajati sumbar dan Kajari Pessel Segera Eksekusi Bupati Pessel
Riuh Dibicarakan Masyarakat, Ijazah Paket Balon Pilkades Diduga Palsu

Follow Us

Recommended Posts

Pejabat Kemendagri RI Puji Batik Batang Hari
Lompatan Besar Capaian Vaksinasi, Kado Indah HUT Bungo ke-56
Tony Rosyid: Mereka Ingin Anies Jadi Presiden
Ketum HMI Kerinci Sebut Pemerintah Lamban Menangani Banjir di Sejumlah Kecamatan
Perumda Tirta Batang Hari Tidak Pernah Kucurkan Dana CSR