Bangunan PAUD Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Terbengkalai?

Bangunan PAUD Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Terbengkalai?
Screen Shoot Postingan Pemilik Akun Facebook Berinisial F

Batanghari - Terbengkalai, begitulah keadaan gedung PAUD yang dimiliki oleh Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Provinsi Jambi, yang seharusnya menjadi tempat proses belajar mengajar anak usia dini dan menjadi aset desa yang mesti dijaga namun saat ini tampak tidak terawat sebagaimana mestinya, Sabtu (20/03/2021).

Foto bangunan tersebut diunggah ke media sosial Facebook melalui akun yang berinisial F yang disebarkan ke group Suaro Rakyat Batanghari pada Sabtu (20/03/2021) yang bertulis, "Bangunan gedung PAUD di Desa Pulau Raman tidak terawat dan hancur, tidak ada perhatian dari pihak terkait", tulis F di Facebook.

Dalam unggahan pemilik akun Facebook yang berinisial F tersebut terlampir delapan foto yang menunjukkan keadaan gedung PAUD yang sudah memiliki pagar tersebut, terlihat keadaannya sangat tidak terawat, mulai dari dek atap yang sudah bolong, kaca jendela yang sudah pecah, dinding yang sudah dicoret, dan rumput yang sudah tinggi.

Untuk menggali informasi yang lebih dalam lagi, Jurnalis Indonesia Satu menghubungi Sulaiman selaku Kepala Desa Pulau Raman melalui via telepon menyampaikan, bahwa sudah ada proses belajar mengajar di gedung tersebut dan sudah dibentuk, sudah di SK kan, setelah masyarakat melaporkan dirinya dan kegiatan belajar mengajar terhenti.

"Masyarakat melaporkan saya yang tidak positif namun tidak berlanjut, sehingga masyarakat yang tidak senang dengan saya dihancurkan segalanya yang ada disitu, sudah saya laporkan ke inspektorat dan sudah diperiksa oleh inspektorat", tuturnya.

Sulaiman mengatakan, pengrusakan itu dilakukan oleh anak-anak muda yang dijadikan tempat untuk pacaran, dan sudah pernah dikunci pintunya tapi dirusak dan jebol lagi, tidak mungkin saya tinggal disana, seharusnya masyarakat setempat yang menjaganya.

"Seharusnya bangunan itu dijaga oleh masyarakat setempat, kalau bangunan tidak siap itu kesalahan saya, karena tugas saya bangun membangun tidak mungkin saya menjadi PK juga, belajar mengajar bukan urusan saya", pungkasnya.

Ditambahkannya, "Kemarin sudah dilanjutkan namun saya tidak berani memberikan SK kepada gurunya, karena belum melakukan proses belajar, seharusnya berjalan dulu proses belajar mengajar baru nanti diberikan SK".

Saat ditanya mengenai honor guru PAUD, Kepala Desa tidak memahami alirannya dari dana DD atau ADD, yang pasti tanggung jawab pemerintah Desa untuk membayar gaji guru, tegas Sulaiman.

(Randy)

Batanghari Jambi
Randy Pratama

Randy Pratama

Previous Article

Enam Pelaku Pengedar Narkoba, Salah Satunya...

Next Article

KUD Produsen Runduk Padi Jaya Desa Sukaramai...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 238

Postingan Tahun ini: 2832

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 211

Postingan Tahun ini: 2401

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 164

Postingan Tahun ini: 2390

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 98

Postingan Tahun ini: 534

Registered: May 7, 2021

Profle

Munafir Tumpinyo

Publik Kecewa, Kerinci Kembali Urutan Buncit MTQ Tingkat Provinsi
Satpol PP Batang Tak Berkutik Hadapi Galian C Ilegal
Riuh Dibicarakan Masyarakat, Ijazah Paket Balon Pilkades Diduga Palsu
Kejaksaan Agung Perintahkan Kajati sumbar dan Kajari Pessel Segera Eksekusi Bupati Pessel

Follow Us

Recommended Posts

Pejabat Kemendagri RI Puji Batik Batang Hari
Lompatan Besar Capaian Vaksinasi, Kado Indah HUT Bungo ke-56
Tony Rosyid: Mereka Ingin Anies Jadi Presiden
Ketum HMI Kerinci Sebut Pemerintah Lamban Menangani Banjir di Sejumlah Kecamatan
Perumda Tirta Batang Hari Tidak Pernah Kucurkan Dana CSR